Blog baru
cek di http://adkt.wordpress.com
Dua kata utama yang ada di judul merupakan perbuatan yang kurang disukai bahkan tidak dibenarkan oleh kebanyakan orang. Bahkan dari kecil kita dilarang oleh orang tua untuk melakukan dua hal tersebut. Dan semua tingkat pendidikan yang telah saya tempuh tidak ada yang menyarankan atau menganjurkan dua hal di atas. Semua pendidikan formal selalu mengajarkan untuk berfikir secara logis.
Saya teringat waktu masih kuliah, salah satu dosen dengan keras menghardik, "Putar sedikit otak Anda!" Perkataan itu keluar ketika salah satu teman saya tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Sekali lagi kita disuruh hanya berfikir. Memang, dengan berfikir logis, kita bisa menjelaskan hal-hal yang sifatnya logis, bisa diukur, bisa dihitung dan diperkirakan. Tapi jangan lupa, bahwa hal-hal disebut logis dan tidak logis adalah berdasarkan pemikiran logis otak kita sendiri. Maksud saya di sini adalah mungkin ada hal yang saat ini dianggap tidak logis (oleh ke-logis-an otak), tapi nanti dapat menjadi logis.
Coba kita ambil contoh Albert Einstein. Einstein biasa mengkhayalkan dirinya berkelana ke ruang angkasa (dengan kecepatan cahaya) dari Matahari ke ujung-ujung alam semesta, sambil menjelajahi semua yang dilewati sewaktu bepergian. Perjalanan khayal ini benar-benar memberinya petunjuk terbaru yang ia butuhkan untuk menyadari bahwa bentuk alam semesta ini melengkung dan bukan lurus tiada batas seperti yang diduga sebelumnya. Tidak seperti halnya dosen saya, Einstein menyarankan mahasiswanya untuk melamun.
Jadi, jangan sekali-sekali menganggap mengkhayal dan melamun adalah penyakit yang harus dihilangkan.. wass.
Kemaren satu lagi bom meledak di Indonesia ku..
Setiap ada bom meledak, perasaan yang meliputiku adalah takut dan berduka..
Pada saat saya merasa takut, saya jadi semakin merasa yakin kalau sebenarnya saya belum bebas(merdeka). Kapan saya bisa merdeka dari rasa takut ini?
Berduka, satu kata yang identik dengan musibah. Meskipun para korban ledakan bom bukan keluarga atau teman, tapi saya selalu membayangkan bagaimana kalu hal ini menimpa keluarga saya, teman atau mungkin saya sendiri. Hal itu lah yang membuat saya merasa berduka..
Beberapa hari yang lalu, saya melihat acara bincang2 di tv. Kebetulan nara sumbernya Bpk Imam Prasojo. Tapi bukan pembicaranya yang menarik tentunya. Saya kurang tau pasti apa topik dari bincang2 tersebut. Yang sempat saya tangkap adalah beliau membicarakan tentang Tri-Olah. Olah Raga... Olah Fikir... dan Olah Moral.
Beliau mengatakan kalau sebuah negara sudah mundur dalam tiga olah tersebut, maka negara tersebut akan mengalami kemunduran bahkan kehancuran kebudayaan. Sekarang kita lihat aja bangsa kita tercinta ini.
Di bidang Olah Raga? kayaknya kurang terolah (kita lihat aja hasil Olimpiade Yunani). Olah Fikir.. bukan logika yang banyak diasah, tapi lebih ke mistis (liat aja dari menteri agama yang mencari harta karun sampai acara2 uji nyali di tv). Olah Moral.. saya ga bisa komentar lagi setelah liat Buser, Sergap, Bang Napi... Wass.
Today is Independence day.. for my country, Indonesia.
Until this time, I have not understod the meaning of independece day yet.
I just follow independence-day-ceremony in Elementary school, Junior and Senior high school, and the last in university. But, in my mind, really did'n understand the purpose of it..
I just know, that every Independence day there are ceremony, carnavals, and many traditional competitions. They held for celebrate the independence day.
Ok..
If you can read this message, you are connecting to http://kusdrianto.blogspot.com
I just have finished creating my blogger site.
At this time, I dont have nothing to write my blogger down.
Maybe next time..